Hereditas Pada Manusia


A.           Definisi Hereditas
Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.
Hereditas pada manusia mempelajari mengenai macam penurunan sifat/kelainan pada manusia. Penurunan sifat pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu sifat yang terpaut koromosom tubuh (autosomal), dan sifat yang terpaut kromosom sex (gonosomal). Sifat yang autosomal manifestasinya dapat muncul baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Sedangkan sifat yang gonosomal manifestasinya dipengaruhi oleh jenis kelamin, bisa hanya muncul pada anak laki-laki saja atau perempuan saja.

Ordo Casuarinales, Ordo Fagales, Ordo Urticales dan Ordo Piperales


CLASSIS DICOTYLEDONEAE (MONOCHLAMYDEAE)
Tumbuhan – tumbuhan yang tergolong dalam anak kelas dicotyledonae kebanyakan berupa pohon – pohon atau tumbuhan – tumbuhan yang batangnya berkayu, bunga berkelamin tunggal dengan penyerbukan anemogami, hiasan bunga tidak terdapat atau kalau ada hanya tunggal oleh sebab itu disebut monochlamydeae (mono = satu, tunggal ; chlamydos = mantel, selubung). Hiasan bunga yang tunggal itu biasanya menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota oleh sebab itu dinamakan apetalae ( a = tidak, tanpa ; petala = daun mahkota).

ORDO MYRTALES


 ORDO MYRTALES
 
Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Myrtales
Famili              : Rhizophoraceae
Genus              : Rhizophora
Spesies            : Rhizophora apiculata Bl.
Nama umum    bakau minyak           

Soeharto Dan Swasembada Pangan

Sosok Soeharto dalam sejarah Indonesia banyak mendulang prestasi terutama dalam pembangunan ekonomi. Setelah Soeharto naik ke tampuk kekuasaan, dia berhasil mengangkat perekonomian negara dari kemunduran yang panjang, bahkan pernah divonis ekonom Benjamin Higgins, sebagai kronis dan tak berprospek. Hasil pembangunan era Soeharto “boleh dikatakan” dapat dinikmati hampir semua rakyat.

Klasifikasi Tumbuhan Menurut Theophratus

Theophratus mengklasifikasikan tumbuhan ke dalam 5 golongan : 

Pohon

Definisi

Pohon yaitu tumbuhan yang memiliki batang berkayu, yang terbagi dalam 2 kelompok yang berakar tunggang dan berakar serabut, yang tingginya lebih dari 6 meter. 

Karakteristik

 ® Berkayu

 ® Batang utama yang tumbuh tegak, memopang tajuk pohon. 

® Memiliki batang sejati yang berkayu. 

® Batangnya keras. 

® Tumbuhan lengkap (akar, batang dan daun).

Contoh tumbuhan 

Pohon kelapa, pohon mangga, pohon rambutan, pohon jambu dan pohon mahoni.

 

Perdu

Definisi

Perdu yaitu tumbuhan berkayu yang dibedakan dengan pohon karena cabangnya yang banyak dan tingginya yang lebih rendah, kurang dari 4-5 meter.

Karakteristik 

® Tumbuhan yang umumnya berakar tunggang, berbatang kayu, hidup bergerombol lebih dari satu pohon, cabang ranting dan daunnya tumbuh bergerombol. 

® Memiliki kayu dan batang yang hijau. 

® Tumbuh cepat dan menghasilkan bunga dan banyak biji dalam singkat periode tertentu. 

® Memiliki daun dan batang yang mati turun di akhir musim tanam ke tingkat tanah. 

Contoh tumbuhan 

Mawar, melati, katuk dan cabe. 

 

Semak

Definisi

Semak yaitu tumbuhan berkayu yang memiliki banyak ranting dan bercabang pendek, tinggi yang lebih rendah dari pohon, kurang dari 1 meter.

Karakteristik

® Berkayu tapi dibedakan dengan pohon karena cabangnya banyak dan tinggi yang lebih rendah. 

® Memiliki kayu yang sedikit, batang yang lembut dan hijau. 

® Tumbuh cepat dan menghasilkan bunga dan biji dalam singkat periode waktu tertentu. 

® Cabang ranting dan daunnya tumbuh bergerombol. 

Contoh tumbuhan 

Teh-tehan atau tanaman pagar, peony, sirih, ciplukan dan nilam. 

 

Tumbuhan memanjat (Liana) 

Definisi

Tumbuhan memanjat yaitu tumbuhan yang tumbuh memanjat pada tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi, atau buatan manusia untuk dukungan, dalam upaya mendapatkan cahaya matahari, tetapi akarnya tetap berada di dalam tanah sebagai sarana untuk mendapatkan makanan. 

Karakteristik 

® Tumbuh memanjat pada tumbuhan lain yang lebih besar dan tinggi, atau buatan menusia. 

® Batang bukan sebagai menanggung berat tumbuhan, tapi fleksibel dan memiliki kekuatan tarik yang besar. 

® Batang berevolusi untuk menahan, menarik dan memutar. 

® Pertumbuhan tunas sangat cepat. 

® Ada penundaan yang lama dalam pembesaran daun sampai batang atau sumbu silinder menjadi melilit mendukung. 

® Batang yang relatif sempit dibanding luas daun. 

® Batang kayu sangat fleksibel untuk membungkuk, memutar dan melingkar. 

® Memiliki pembuluh yang sangat besar untuk membawa volume air sampai batang.

Contoh tumbuhan 

Anggur, labu, markisa dan rotan. 

 

Terna (Herba) 

Definisi 

Terna yaitu tanaman yang memiliki batang berair atau berbatang lunak karena tidak membentuk kayu. 

Karakteristik 

® Batang lunak berair. 

® Tidak memiliki kayu 

Contoh tumbuhan

Tanaman bayam, kangkung, sawi, talas dan suweg.

Soeharto Versus Petani

Saat ini, publik seolah sedang “dipaksa” oleh media massa khususnya televisi untuk mencitrakan almarhum mantan presiden Soeharto sebagai sosok yang mempunyai keberpihakan tinggi kepada kaum petani. Dalam beberapa hal, media nampaknya telah berhasil membangun citra ini. Terlebih sekarang di tengah suasana rakyat yang berduka akibat didera persoalan naiknya harga kebutuhan bahan pangan. Tentu saja ajakan media massa ini seolah mendapat angin. Walhasil, media massa secara sistematis telah menambah penyakit amnesia pengetahuan politik pertanian kita.

PENGARUH BUDAYA GLOBALISASI TERHADAP PERGAULAN REMAJA DAN PANDANGAN ISLAM TERHADAPNYA

 
2.1         Jenis Budaya Globalisasi Yang Mempengaruhi Pergaulan Remaja
Seiring dengan semakin berkembangnya kemajuan zaman dan teknologi, banyak diantaranya yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap perkembangan remaja saat ini. Adapun pengaruh budaya ini salah satunya disebabkan dengan munculnya berbagai macam media elektronik dan media cetak. Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian remaja. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anaknya akan tumbuh menjadi remaja sebagai mana yang ia peroleh dari kedua media ini.

Benarkah Siswa Jurusan IPS Lebih Bodoh di Banding IPA?.........



Ketika kita masih duduk di bangku SLTA ada satu peristiwa yang menarik untuk di ulas kembali, apalagi ini mengenai pengambilan jurusan di waktu menempuh pendidikan SLTA, sebab jurusan merupakan penentu langkah kita dalam mengambil kebijakan masa depan, sehingga ketepatan dalam mengambil jurusan di anggap penentu keberhasilan seorang pelajar.

Aktivitas Enzim Katalase

Tujuan :
1. Untuk membuktikan adanya enzim katalase di dalam sel hewan.
2. Untuk mengetahui pengaruh asam, basa dan temperatur terhadap kerja enzim.

Menghitung Haemoglobin Darah

Tujuan :
Untuk menentukan konsentrasi haemoglobin dalam darah

Alat dan bahan :
1. Blood lancet
2. Test paper tallquist
3. Alkohol 70%
4. Kapas

Tekanan Darah Dan Denyut Jantung, Sebelum Dan Sesudah Aktivitas

Tujuan :
1. Mengamati tekanan darah sistole dan diastole
2. Menghitung denyut jantung

Alat dan bahan :
1. Sphygomomanometer
2. Stetoskop
3. Stopwatch

Test Saliva

Tujuan :
Untuk mengetahui pengaruh asam, basa dan temperatur terhadap ketiga enzim amylase.

Alat dan bahan :
1. Larutan kanji/amylum 2%
2. Larutan HCL 1 N
3. Larutan NaOH 1 N
4. Larutan lugol
5. Saliva
6. Tabung reaksi dan raknya
7. Thermometer
8. Arloji/Stopwatch
9. Pipet tetes

Reseptor Rasa

Tujuan :Menentukan daerah pengecapan berbagai rasa pada lidah manusia

Alat dan bahan :
1. Larutan asam cuka 33%
2. Larutan NaCl 10%
3. Larutan aspirin
4. Larutan gula tebu 5%
5. Aplikator (batang yang ujungnya diberi kapas) / cutton bud
6. Peta rasa
7. Kertas tissue

Cara kerja :
1. Salahsatu perwakilan kelompok melakukan kumur-kumur, kemudian lidah dikeringkan dengan kertas tissue.
2. Aplikator dicelupkan ke dalam larutan asam, larutan yang kelebihan dibuang dengan menekan sisi tempat larutan tersebut.
3. Aplikator disentuh di daerah ujung, sepanjang sisi, tengah dan belakang lidah.
4. Ditulis tanda (+) pada daerah peta rasa yang sesuai ia rasakan larutan tersebut. Ditulis tanda (-) pada daerah peta rasa yang disentuh tidak sensitive terhadap larutan yang diuji.
5. Prosedur tersebut dilakukan juga dengan menggunakan larutan NaCl, larutan aspirin, dan larutan gula tebu satu demi satu.

Pemeriksaan Golongan Darah

Tujuan :Untuk mempelajari cara-cara menentukan golongan darah A, B, O dan golongan Rhesus.

Alat dan bahan :
1. Kapas yang direndam dalam alkohol 70%
2. Blood lancet
3. Antisera A dan B
4. Anti Rh serium
5. Objek glass
6. Tusuk gigi

Cara kerja :
Untuk menentukan golongan darah A, B, AB dan O :
1. Ujung jari manis dihapus menggunakan kapas yang telah direndam dalam alkohol 70%.
2. Ujung jari ditusuk dengan menggunakan blood lancet steril.
3. Tetesan darah pertama dihapus dengan kapas beralkohol sampai bersih.
4. Jari dipijit hingga keluar darah dari luka tadi, kemudian diteteskan darah pada glass objek di ketiga tempat yang berbeda.
5. Pada salahsatu sisi dari tetesan darah tersebut ditetesi satu tetes anti sera, dengan cara yang sama diteteskan pula satu tetesan antara B dan AB pada dua tetesan darah yang lain.
6. Masing-masing tetesan antisera dan darah diaduk menggunakan ujung tusuk gigi secara terpisah.
7. Setelah diaduk dibiarkan beberapa saat. Kemudian mengamati yang terjadi pada masing-masing campuran darah dan atisera, mengamati campuran yang terjadi penggumpalan darah dan tidak terjadi penggumpalan darah.

Untuk menentukan Rhesus :
1. Satu tetes darah segar diteteskan di atas gelas objek.
2. Diteteskan satu tetes anti Rh serum didekat darah tersebut.
3. Tetesan darah dan anti Rh serum diaduk dengan menggunakan ujung tusuk gigi.
4. Mengamati dan mencatat yang terjadi penggumpalan dan yang tidak. (yang terjadi penggumpalan termasuk Rh+).


Ingin mendapatkan  informasi yang lebih lengkap dari artikel di atas, silahkan kunjungi sumbernya LayarGadget.

Sistem Tata Nama Makhluk Hidup


Sistem Tata Nama Makhluk Hidup



Segala hal memiliki sebutan atau nama. Nama antara lain di perlukan untuk memudahkan komunikasi. Misalnya, jika seseorang menyebut pisang, orang lain yang mengerti bahasa indonesia akan memahaminya. Karena nama berhubungan dengan bahasa yang digunakan manusia, nama berbagai spesies makhluk hidup mungkin sebanyak bahasa yang digunakan manusia. Contohnya, pisang dalam bahasa Jawa disebut “gedhang”, dalam bahasa Sunda disebut “cau”, dan dalam bahasa Inggris disebut “banana”. Berbagai nama untuk pisang tersebut bukanlah nama yang dimengerti secara luas (tidak universal). Penggunaan nama dengan bahasa yang tidak dimengerti secara luas dapat menimbulkan kebingungan dalam berkomunikasi.

Orgasism Nomenclature

There is a name or label for everything. Communication will be much easier when the objects are labeled. For instance, when someone says banana in English, those who speak the same language will understand what he means by it. Because a name or label is very much related to language, then there are probably as many labels of things as the number of spoken languages themselves. For example, banana in Javanese is “ghedang””, “cau” in Sundanese, and “pisang” in indonesian. Those labels for banana are not universal. The use of different labels because for different languages to refer to the same thing is confusing and can cause miscommunication.

Karakteristik Peserta Didik

Metode & Sikap Ilmiah IPA ( Biologi)

Silabus

Panduan Pengembangan RPP

Revisi Analisis Simulasi Metode Demonstrasi


REVISI ANALISIS SIMULASI
METODE DEMONSTRASI
A.  Analisis Simulasi Metode Demonstrasi
1.      Keunggulan
a.       Metode Demonstrasi
·      Pada pukul 08.23 WIB, guru memperlihatkan dan menunjukan bagian mikroskop. Alasan disebut metode demonstrasi karena guru memperlihatkan dan menunjukan bagian-bagian mikroskop.
·      Dipilihnya materi mikroskop untuk diterangkan dengan menggunakan metode demonstrasi sangatlah tepat, sesuai dengan salah satu fungsi metode demonstrasi yaitu dilakukan jika bersangkutan dengan benda mahal, mudah pecah, mudah rusak, dan berbahaya. Mikroskop merupakan benda yang mahal. Selain itu, preparat yang termasuk dalam penjelasan materi mikroskop merupakan benda yang mudah pecah.

Analisis Simulasi Metode Demonstrasi


ANALISIS SIMULASI
METODE DEMONSTRASI
(Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Biologi)
Dosen : Endang Supriatman, Drs.



Disusun Oleh
Kelompok SMP Kelas VII
1.      Cucu Fitriyani             2119090032
2.      Iis Munawaroh            2119090101
3.      Moch. Saeffulloh        2119090130
4.      Panji Taga Alam          2119090154
5.      Rida Soelistiawati       2119090160
6.      Susi Sulatri                  2119090201


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2011

Biosensor Yang Berbasis DNA (Genosensor)


Biosensor merupakan suatu perangkat sensor yang menggabungkan senyawa biologi dengan suatu tranduser. Dalam proses kerjanya senyawa aktif biologi akan berinteraksi dengan molekul yang akan dideteksi yang disebut molekul sasaran. Hasil interaksi yang berupa besaran fisik seperti panas, arus listrik, potensial listrik atau lainnya akan dimonitor oleh transduser. Besaran tersebut kemudian diproses sebagai sinyal sehingga diperoleh hasil yang dapat dimengerti.

Metode Demonstrasi


     Demonstrasi berarti memperlihatkan. Untuk dapat dianggap suatu eksperimen, demonstrasi harus diatur sehingga jawab terhadap masalah tidak diketahui oleh para siswa.
     Demonstrasi biasanya dilakukan oleh guru. Itu terutama dilakukan jika bersangkutan dengan benda atau bahan yang mahal, yang mudah pecah, yang mudah rusak, berbahaya bagi kesehatan dsb. Banyak manfaat yang diperoleh jika para siswa sendiri menyajikan demonstrasi baik sendiri atau kelompok kecil.

Soal Kap. Sel. Bio. SMA I (tugas akhir)


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

1.      Jelaskan 3 macam sistem klasifikasi !
Jawab :
1)        Sistem klasifikasi alami yaitu sistem pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologinya.
2)        Sistem klasifikasi filogeni yaitu sistem pengelompokan makhluk hidup yang berdasarkan sejarah evolusi.
3)        Sistem klasifikasi buatan yaitu sistem pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri morfologi yang mudah dilihat secara fisik.

Twitter Update via Natural Green







Metabolisme Karbohidrat



METABOLISME KARBOHIDRAT 



1.      GLIKOLISIS
Glikolisis disebut juga jalur metabolisme Embden-Meyerhof, yaitu jalur oksidasi glukosa menjadi  piruvat + energi (ATP) + NADH. Glikolisis berlangsung dalam sitosol. Glikolisis merupakan jalur sumber energi terutama bagi sel darah merah matang yang tidak lagi punya mitokondria.
Jaras Glikolisis :
GAMBAR TIDAK BISA DITAMPILKAN

Jaringan Pelindung Tumbuhan Dan Derivat Epidermis

(Epidermis derivat-derivatnya - Gabus).

Epidermis merupakan jaringan paling luar pada setiap organ tumbuhan, misal: batang, akar, daun, dan sebagainya. Juga pada bunga, buah, biji sebelum mengalami penebalan sekunder. Epidermis melindungi bagian dalam organ tumbuhan, sehingga disebut jaringan pelindung.

Fungsi epidermis:
_ Sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan
_ Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik
_ Sebagai pelindung terhadap perubahan toC
_ Sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan

Epidermis akar disebut juga epiblem/rhizodermis; hanya dijumpai pada akar yang masih muda. Pada akar dan batang yang telah mengalami penebalan sekunder, fungsi epidermis diambil alih oleh jaringan di bawahnya yaitu periderm ~ jaringan gabus.

Epidermis Spermatophyta biasanya hanya terdiri 1 lapis sel. Tetapi pada beberapa tumbuhan tertentu terdapat beberapa lapis sel epidermis, yang secara morfologi dan fisiologi berbeda dengan jaringan dasar bagian dalam. 

Lapisan ini secara ontogeni berkembang dari 2 jaringan meristem yang berbeda.

─ Lapisan epidermis dari protoderm ~ 1 lapisan terluar
─ Lapisan hipodermis/hidrodermis, dari meristem dasar terdiri dari beberapa lapisan.

Lapisan epidermis dan hipodermis tersebut bersama-sama sering disebut sebagaimultiseriate epidermis/multiple epidermis/epidermis ganda. Epidermis seperti ini dapat dijumpai pada beberapa tumbuhan tertentu.

Misal: Moraceae (Ficus elastica), Begoniaceae, Piperaceae, Chenopodiaceae. Velamen pada tanaman anggrek juga merupakan epidermis multiseriate. Hipodermis sel-selnya sering untuk menyimpanair disebut jaringan air/hidrodermis.

Derivat epidermis:
Adalah suatu bangunan/alat tambahan pada epidermis yang berasal dari sel inisial yang sama dengan epidermis tertentu mempunyai struktur dan fungsi yang berlainan dengan epidermis itu sendiri.

Macam-macam derivat epidermis:

- Stoma(ta)  - sel kipas - sel kersik - trikoma(ta)  - velamen - litokis, dll

Bentuk-bentuk sel epidermis, bermacam-macam, misalnya: seperti kubus/prisma, tidak teratur dari permukaan merupakan segi banyak, ada yang dindingnya berkelok-kelok tidak teratur, memanjang padaMonokotil.

Sifat-sifat sel epidermis:
_ Selnya masih hidup, susunan rapat satu sama lain, tanpa ruang antar sel.
_ Plasma sel merupakan selaput, melekat pada dinding sel dengan sebuah vakuola yang besar di pusat yang berisi cairan sel. Kadang-kadang berisi antosian pada mahkota bunga dan daun Zebrina pendula dan kol merah.
_ Plastida umumnya berupa leukoplas, hanya pada beberapa tumbuhan tertentubeberapa Pteridophyta dan tumbuhan air dan tumbuhan yang hidup di tempat teduh dapat dijumpai kloroplas.
_ Dinding luar yang berbatasan dengan udara luar relatif lebih tebal daripada dinding sel sebelah dalam.

Dinding luar epidermis biasanya mengandung kutin (senyawa lemak) terdapat di antara / dalam ruang inter fibrilar / inter miselar selulosa. Di sebelah luar dinding luar biasanya dilapisi dengan kutikula. Biasanya kutikula tidak dijumpai pada akar yang tumbuh aktif. Tebalnya kutikula tidak sama pada semua tumbuhan, umumnya lebih tebal pada tumbuhan yang hidup pada habitat kering. Pada permukaan kutikula sering dijumpai endapan lilin yang menyebabkan daun dan buah menjadi berkilat.

Dijumpai ada tanaman: Brassica, Dianthus, Saccharum, daun Musa untuk menjaga kelembaban permukaan.

Keterangan mengenai beberapa derivat epidermis:

1. STOMATA
Fungsi stomata :
_ Sebagai jalan masuknya CO2 dari udara pada proses fotosintesis
_ Sebagai jalan penguapan (transpirasi)
_ Sebagai jalan pernafasan (respirasi)

Susunan anatomi sebuah stoma dilihat pada penampang lintang:
1. sel penutup
2. sel tetangga
3. porus
4. dinding perut
5. dinding punggung
6. dinding luar
7. dinding dalam
8. rigi luar
9. rigi dalam

TIPE-TIPE STOMA : ditinjau dari berbagai sudut:
Ditinjau dari bentuk dan letak penebalan dinding sel penutup serta arah membukanya sel penutup.
a) Tipe Amaryllidaceae
b) Tipe Gramineae
c) Tipe Mnium
d) Tipe Heleborus

Menurut jumlah dan letak sel tetangga pada Dicotyledoneae:

a) Tipe Ranunculaceae / anomositik / irregular celled
- jumlah sel tetangga tdak tertentu
- sel tetangga = epidermis
- terdapat: Ranunculaceae, Sambucus sp, Heleborus sp dan Cucurbita sp

b) Tipe Caryophyllaceae/Labiatae/diasitik/cross-celled
- 2 sel tetangga
- dinding pemisah tegak lurus panjang stoma
- terdapat: Labiatae, misal: Orthosiphon stamineus

c) Tipe Rubiaceae/parasitik/paralel-celled
- 2 sel tetangga
- dinding pemisah searah poros panjang stoma
- terdapat: Rubiaceae, Erythroxylon coca, Phaseolus sp

d) Tipe Cruciferae/Solanaceae/anisositik/unequal-celled
- umumnya 3 sel tetangga
- salah satu lebih kecil/lebih besar dari yanglain
- terdapat: Solanaceae, misal : Datura metel, Nicotiana tabacum
e) Tipe aktinositik/radiate celled
- 4 atau lebih sel tetangga
- tersusun radier
- terdapat: Proteaceae

f) Tipe siklositik modifikasi tipe aktinositik
- 4 atau lebih sel tetangga
- tersusun teratur membentuk lingkaran mengelilingi stoma
- terdapat: Proteaceae

Stebbins & Khush (dalam Fahn, 1991) tipe-tipe stoma pada Monokotil:
1. Sel penutup / sel penjaga dikelilingi oleh 4-6 sel tetangga. Umumnya dijumpai pada anggota Araceae, Commelinaceae, Musaceae, Cannaceae, Zingibraceae.
2. Sel penutup stoma dikelilingi oleh 4-6 sel tetangga, yang 2 bentuknya bundar, lebih kecil dan terdapat di ujung sel penutup stoma. Umumnya dijumpai pada anggota Palmae, Pandanaceae, Cyclantaceae.
3. Sel penutup dikelilingi oleh 2 sel tetangga yang sama dengannya, 1 setiap sisi.
Contoh pada anggota Pontederiaceae, Flagellariaceae, Butomales, Alismatales, Potamogetonales, Cyperales, Graminales, Juncales, dan lain-lain.
4. Sel penjaga tidak bergabung dengan sel sel tambahan yang manapun. Contoh pada Liliales (kecuali Pontederiaceae) Dioscoreales, Amaryllidales, Iridales, Orchidales, dll.

Menurut letak sel-sel penutup terhadap permukaan epidermis:
a) Tipe paneropor Mesophyta
b) Tipe kriptopor Xerophyta, Pinus sp, Ficus sp
c) Tipe yang menonjol di atas permukaan helaian daun tumbuhan air yang daunnya terapung (misal: Teratai)

Menurut sejarah terjadinya:
a) Mesogenus: sel penutup dan sel tetangga berasal dari sel induk yang sama
b) Perigenus: sel induk tidak sama, sel tetangga berasal dari sel yang terletak di sekitar sel induk penutup stoma
c) Mesoperigenus: sel penutup dan salah satu sel tetangga sel induknya sama, sel tetangga yang lain dari sel induk di sekitar s.i. penutup stoma.

2. TRIKOMA(TA) (Rambut Daun)
_ Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambutrambut.
_ Dijumpai pada seluruh organ: daun, batang, bunga, buah, akar; tetapi terutama terdapat pada daun disebut rambut daun.

Berdasar jumlah sel penyusunnya, dibedakan menjadi:
─ Trikoma uniseluler (tunggal): berupa sebuah sel, umumnya tidak bercabang tetapi kadang-kadang bercabang.
─ Trikoma multiseluler (bersel banyak): merupakan 1 deretan sel/beberapa lapis (deretan) sel. Ada yang terdiri dari bagian tangkai + bagian kepala; bercabang seperti pohon (dendroid) atau dapat juga mempunyai cabang yang memanjang dan mendatar (stellate hairs).

Berdasar ada tidaknya fungsi sekresi, dibedakan menjadi:

a) Trikoma non glanduler (tanpa kelenjar): sering disebut “rambut biasa“ (rambut pelindung):

- bila sel-selnya tidk berfungsi sebagai jaringan sekretoris
Contoh:
_ Papillae (papila): terdapat pada corolla/perhiasan bunga
_Rambut uniseluler sederhana / multiseluler uniseriat : umumnya dijumpai pada Lauraceae, Moraceae, Triticum, Hordeum, Gossypium (rambut biji), Ceiba pentandra (rambut buah).
_ Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiseluler dan memipih secara nyata sekali.

- tidak bertangkai duduk disebut sisik

- bertangkai rambut berbentuk perisai (peltata)
_Rambut multiseluler yang berbentuk bintang (stelata) atau berbentuk seperti tepat lilin (kandelabrum)

- Rambut bintang: pada Styrax officinalis, Hibiscus tiliaceus

- Rambut kandelabrum: Verbasum (Fahn Gb 89 – 1 / hal 287)
_Rambut kasar multiseriat: pada pangkal tangkai daun Portulaca oleracea pada Schizanthus dan spesies-spesies tertentu dari Compositae
_ Rambut uniseluler pada tembakau (Nicotiana tabacum)
_Rambut-rambut pada akar (rambut akar) ~ adalah sel epidermis berbentuk tabung memanjang, umumnya tidak bercabang, dinding tipis, vakuola lebar, umumnya uniseluler kecuali pada Kalanchoe fedschenkoi pada akar udara ditemukan rambut akar yang bercabang. Dihasilkan oleh sel epidermis tertentu yang disebut trikoblast / sel berambut / sel pilifer.

Sel ini umumnya kurang memanjang dibandingkan sel epidermis yang lain. Rambut akar dibentuk pada akar muda, di luar daerah meristematik. Umumnya umur rambut akar singkat (beberapa hari). Dengan kematian rambut akar dan bila sel tidak mengelupas dinding sel epidermis menjadi bergabus dan berlignin.

b) trikoma glanduler /rambut kelenjar
Apabila selnya atau salah satu selnya mempunyai fungsi sekresi sebagai sel/ jaringan sekretoris. Trikom yang terdiri dari bagian tangkai dan kepala, umumnya fungsi sekresi di bagian kepala.

Contoh:
_ Trikom sekresi garam: rambut seperti gelembung yang terdiri atas sel sekresi yang besar di ujung tangkai yang terdiri atas 1 atau beberapa sel. Misal : pada Atriplex portulacoides
_ Kelenjar multiseluler terdiri atas beberapa sel sekresi dan sel pengumpul di pangkal.
Misal:
-  Kelenjar kapur pada Plumbago capensis
-  Kelenjar garam pada Limonium, Avicenia dan Tamarix

_ Hidatoda trikom:
Trikom yang mengeluarkan larutan encer yang berisi beberapa bahan organik dan anorganik Misal: pada daun muda dan batang Cicer arientinum: terdiri dari tangkai uniseriat dan kepala lonjong yang bersel banyak.

_ Trikoma sekresi nektar / klj madu: misal pada Abutilon, corolla Lonicera yaponica, Trapaeolum majus.

_ Trikoma sekresi getah: misal pada ochrea Rumex dan Rheum getah terutama polisakarida

_ Rambut sengat: misal pada Urtica, Fleurya interupta (lateng) terdiri sel tunggal, panjang, pangkal melebar seperi kandung kemih, bagian atas menyempit seperti jarum, ujung mengalami penebalan (silika, agak ke bawah dengan kalsium). Di dalam sel berisi cairan: Histamin, Acetil cholin & Na-formiat yang menyebabkan rasa gatal.

_ Koleter: trikom yang menghsilkan bahan lengket disebut rambut pere kat. Berbentuk seperti gelembung, terdiri dari bagian kepala dan tangkai, baik uniseluler maupun muli seluler. Tangkai kadang-kadang tidak ada. Misal daun dan tunas-tunas Rosa, Aesculus, Coffea dan lainlain.

_ Pada Ortosiphon stamineus: 1 sel tangkai dan 4 sel kepala Mentha piperita: sel kepala: 8 sel kepala
Di dalam sel trikoma umumnya tipis dan mengandung selulosa, tetapi ada yang mengalami lignifikasi sehingga dindingnya tebal.

Fungsi trikoma pada masing-masing organ:
_ Pada akar: untuk memperluas bidang penyerapan air dan unsur-unsur hara
_ Pada daun: untuk mengurangi besarnya penguapan, mengurangi gangguan hewan/manusia, meneruskan rangsang (trikoma kaya akan plasma)
_ Pada bunga: nectaria mengeluarkan madu untuk menarik serangga membantu penyerbukan. Pada kepala putik mengeluarkan zat perekat ss mudah melekat terjadi penyerbukan pembuahan
_ Pada biji: biji menjadi ringan mudah diterbangkan oleh angin membantu penyebaran
- mencegah gangguan serangga yang akan merusak biji menyerap air biji lekas berkecambah dan tumbuh
_ Pada batang: untuk mengurangi penguapan dan untuk memanjat (Kaktus, Rotan)

KEGUNAAN TRIKOMA bagi manusia, antara lain:
_ Rambut biji kapas (Gossypium sp) bahan penting untuk tekstil
_ Rambut buah kapok (Ceiba pentandra) bahan kasur
_ Rambut kelenjar daun Mentha piperita bahan obat mengandung minyak permen
_ Rambut kelenjar daun teh (Camellia sinensis) aroma pada air

Beda antara Trikoma, Emergensia dan Spina:
_ Trikoma: tonjolan pada permukaan organ yang dibentuk oleh sel epidermis mudah lepas
_ Emergensia: tonjolan pada permukaan organ yang tidak hanya dibentuk oleh  sel-sel epitelium tetapi juga dibentuk oleh sel-sel sub epidermal, yaitu sel-sel atau jaringan-jaringan yang terdapat di daerah cortex.

Contoh:
- tonjolan-tonjolan pada buah kecubung (Datura metel)
- rambut-rambut pada kulit buah rambutan
- duri tempel pada tanaman mawar masih agak mudah lepas

_Spina: adalah duri dalam arti yang sebenarnya. Tonjolan pada permukaan epidermis yang dibentuk oleh sel-sel atau jaringan di daerah stele.
Contoh: duri pada batang Bougainviella spectabilis

3. SEL KIPAS/BULLIFORM CELL :
Dijumpai pada Gramineae dan anggota Monocotyledoneae yang lain, kecuali Helobiae, berupa sel-sel berdinding tipis dengan vakuola yang besar, ukuran sel lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis. Sel-sel ini dapat terdapat di seluruh permukaan adaksial daun/berupa deretan sejajar yang terpisah di antara tulang-tulang daun. Sel-sel ini tersusun seperti kipas dan sel pusatnya adalah yang paling tinggi. Sel kipas mengandung banyak ar dan tanpa/hampir tidak mengandung kloroplas.

Jawaban UTS Kap. Sel. Bio. SMA I (MISKONSEPSI)

Nama                 : Mochamad Saeffulloh        
NIM                   : 2119090130
Tingkat              : Biologi 2 C
UTS Matkul      : Kap. Sel. Biologi SMA I


1.   Pokok bahasan: Klasifikasi Makhluk Hidup
Miskonsepsi:
Dalam keseharian siswa di sekolah dan juga masyarakat pada umumnya, sering salah mengartikan atau menerapkan antara Benda Hidup, Benda Tak Hidup dan Benda Mati.
Sebagai contoh: Batu dan Kaca.
Miskonsepsinya yaitu: Ketika seseorang ditanya tentang batu dan kaca, "Termasuk benda apakah batu dan kaca?" Pada umumnya menjawab "BENDA MATI". Padahal hal tersebut salah.
Konsep yang sebenarnya:
Batu dan kaca termasuk "BENDA TAK HIDUP", karena kalau benda mati berarti batu dan kaca pernah hidup, tetapi karena batu dan kaca tidak pernah hidup jadi termasuk benda tak hidup.
Berbeda dengan contoh seperti lemari dan kursi yang terbuat dari kayu, karena kayu pernah mengalami hidup, jadi disebut benda mati.

Jaringan Parenkim Pada Tumbuhan

Jaringan Parenkim ( Jaringan Dasar)

Disebut jaringan dasar karena jaringan ini merupakan dasar dari semua jaringan dan sebagian besar organ tumbuhan tersusun atas jaringan parenkim.

Sifat-sifat parenkim:

Bentuk sel bermacam-macam: isodiametris/polihedris (bentuk pada umumnya) silindris memanjanang (palisade, jari-jari medula), bercuping (bung karang dan palisade Lilium), mempunyai lipatan ke arah dalam (Pinus), bintang (Scirpus, Juncus, Canna). Sel masih hidup, yang mengandung kloroplas disebut juga klorenkim. Sel-sel berdinding tipis, vakuola besar, dinding sel dari selulosa dan hemiselulosa. Sel yang berdinding tebal mempunyai noktah sederhana. Sel-selnya dapat tersusun rapat tanpa r.a.s/longgar dengan r.a.s yang besar/luas.

Jaringan-jaringan yang tersusun oleh sel-sel parenkim :
Empulur, kortex batang dan akar, mesofil daun, endosperm biji, daging buah, jari-jari empulur dan jaringan yang terdapat di antara berkas fluem dan xilem (primer maupun sekunder).

Asal parenkim :
Dari meristem apikal batang/akar, kambium, felogen. Plastida di dalam sel-sel penyusun jaringan parenkim : leukoplas, kloroplas, kromoplas.
Parenkim merupakan tempat utama berlangungnya aktifitas tumbuhan yang penting, misal : fotosintesa, respirasi, penimbunan zat-zat makanan cadangan, sekresi, ekskresi dan bentuk aktifitas tersebut tergantung pada protoplas sel-sel penyusunnya.
Sel parenkim yang terdapat pada jaringan xilem dan fluem memegang peranan penting pada gerak/transport bahan makanan pada buluh tapis.

Isi sel parenkim :
1. Plastida; antara lain kloroplas klorenkim (mesofil daun, bagian perifer batang yang masih muda, korteks).
2. Kristal
3. Tanin
4. Minyak dan hasil sekresi lainnya
5. Tepung
6. Aleuron
Zat-zat tersebut dapat berada dalam vakuola / cairan sel atau dalam sitoplasma sel.

Contoh:
Gula, KH yang dapat larut dan zat bernitrogen dalam cairan sel (gula, amida, protein) pada akar bit-gula dan pada umbi lapis Allium cepa. Pati, protein, lemak dihasilkan dalam sitoplasma sel.
(Protein dan pati) sitoplasma pada sel kotiledon spesies-spesies anggota Leguminosae (Protein dan minyak) pada endosperm Ricinus communis dan kotiledon Gycine max.

Pada umbi kentang :
-amida dan protein dalam cairan sel;
-pati dalam sitoplasma.

Fungsi Parenkim :
1. Sebagai jaringan penyimpan makanan cadangan.
2. Sebagai tempat melakukan proses pembuatan zat makanan.
3. Dapat melakukan proses pengangkutan (yang ada di dekat xilem).
4. Mampu melakukan proses pernafasan karena banyaknya ruang antar sel.
5. Dapat sebagai jaringan penyimpan air, karena vakuola sel yang besar pada Xerophyta (sukulen) sel besar, dinding tipis, sitoplasma seperti selaput tipis, tanpa / sedikit kloroplas, vakuola besar.
6. Dapat berfungsi sebagai jaringan penguat karena sifatnya yang turgosen dan telah mengalami lignifikasi; di daerah xilem sekunder.

Parenkim penyimpan cadangan makanan yang berupa aleuron/tepung dapat juga berdinding tebal, namun tetap merupakan dinding primer (dari selulosa dan hemiselulosa). Misal pada : biji-biji Strychnos nux-vomica; Diospyros virginia, Phoenix dactylifera.

Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran, maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi. Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji. Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim floem, dan jari-jari empulur.

Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan. Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu disebut jaringan dasar.

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi beberapa jenis jaringan, yaitu:

1. Parenkim Asimilasi.
Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

2. Parenkim Penimbun
Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akaL umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein.

3. Parenkim Air
Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

4. Parenkim Udara
Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.

Macam-macam parenkim menurut bentuknya:

1. Parenkim palisade
Bentuk silindris/prismatis memanjang. Terdapat pada palisade tumbuhan dicotyledoneae pada umumnya.

2. Parenkim bunga karang/spons parenkim
Bentuk tidak teratur, banyak ruang antar sel. Terdapat pada mesofil tumbuhan Monocotyledoneae dan spons parenkim Dicotyledoneae.

3. Parenkim bintang/aktinenkim
Sel parenkim mempunyai lengan- lengan sehingga r.a.s banyak dan besar- besar fungsi untuk menyimpan udara. Menurut fungsi disebut aerenkim. Misal : pada Canna sp, Juncus.

4. Parenkim dengan ruang antar sel yang besar, disebut aerenkim
Terdapat pada alat pengapung tumbuhan air. Misal : Eichhornia crassipes.

5. Parenkim lipatan
Sel parenkim dengan dinding sel melipat-lipat ke arah dalam dan di dalam sel banyak mengandung kloroplast dapat melakukan fotosintesa menurut fungsi termasuk parenkim asimilasi. Misal : pada Pinus merkusii (daun) Oryza sativa, Bambusa sp.

Selain adanya noktah-noktah yang ternyata berkaitan dengan pertumbuhan sel-sel muda sel-sel dewasa, di antara sel-sel tersebut terjadi pula ruang antar sel.

Menurut “peristiwa terbentuknya”, cara terjadinya ruang antar ruang sel dibedakan menjadi:

1. Schizogen (sisogen) :
Apabila sel-sel saling menjauhkan diri sehingga terbentuk ruangan di antara sel-selnya.

2. Lysigen (lisigen) :
Apabila tejadinya karena terdapat dinding sel/beserta isinya yang mengalami pelarutan.

3. Rhexigen (reksigen) :
Apabila terjadinya disebabkan karena adanya robekan /kerusakan pada dinding selnya hal ini karena adanya pertumbuhan di sekitarnya.

4. Schizolyzigen (skisolisigen) :
Apabila terjadinya mula-mula sel-selmya saling menjauhkan diri dan kemudian ada sel-sel yang mengalami pelarutan. Di dalam ruang antar sel terdapat udara yang berfungsi untuk pertukaran gas yang diperlukan oleh protoplas.