Sistem Tata Nama Makhluk Hidup


Sistem Tata Nama Makhluk Hidup



Segala hal memiliki sebutan atau nama. Nama antara lain di perlukan untuk memudahkan komunikasi. Misalnya, jika seseorang menyebut pisang, orang lain yang mengerti bahasa indonesia akan memahaminya. Karena nama berhubungan dengan bahasa yang digunakan manusia, nama berbagai spesies makhluk hidup mungkin sebanyak bahasa yang digunakan manusia. Contohnya, pisang dalam bahasa Jawa disebut “gedhang”, dalam bahasa Sunda disebut “cau”, dan dalam bahasa Inggris disebut “banana”. Berbagai nama untuk pisang tersebut bukanlah nama yang dimengerti secara luas (tidak universal). Penggunaan nama dengan bahasa yang tidak dimengerti secara luas dapat menimbulkan kebingungan dalam berkomunikasi.

Orgasism Nomenclature

There is a name or label for everything. Communication will be much easier when the objects are labeled. For instance, when someone says banana in English, those who speak the same language will understand what he means by it. Because a name or label is very much related to language, then there are probably as many labels of things as the number of spoken languages themselves. For example, banana in Javanese is “ghedang””, “cau” in Sundanese, and “pisang” in indonesian. Those labels for banana are not universal. The use of different labels because for different languages to refer to the same thing is confusing and can cause miscommunication.