Rindu Di Malam Dingin

 Meskipun akku ini terlalu jelek dalam membuat puisi, tapi sungguh akku mau memberi puisi buat pacarku, tetapi aku takut do'i tak suka puisi. Kenapa? Karena ketika akku kasih kata-kata yang berkonotasi sedikit saja, do'i bilangnya gombal huh dasar ayankku. Tetapi ketika do'i baca salah satu puisi di blogku ini, ternyata do'i suka banget sama puisi. Nah untuk pertama kalinya akku kasih puisi romance dengan rindu setengah mati di malam yang dingin dengan gemericik percikan air. Mau tau puisinya kaya gimana?? Nah ini puisinya :

"Rindu Di Malam Dingin"

Gerimis hujan menusuk tulang.
Angin selalu setia pada hujan.
Kulit melindungi dari rapuhnya putih tulang.
Semilir angin mempesona mengisi ruang hati.
Seolah mengerti rasa rinduku ini.
Percikan air mengoyak hati, menggetarkan jiwa.
Seolah mengerti hati yang sedang asmara.
Cahaya tak mampu menyinari ruang qalbu.
Hanya cahayamu yang membuat aku bersinar.
Suara tak mampu berkata diri.
Hanya ucapanmu yang yang bisa tenangkan hati.
Ucapanku kesetiaaku...
Ucapanku kejujuranku...
Terungkap lisan untuk bidadari geminiku.
Kata terungkap karena kesempurnaanmu.
Tiada kata lain lagi kecuali ucapan 'I miss you and I love you'
.

Nah begitulah puisi yang terucap spontan dari apa yang terpikirkan otakku. Akku rasa puisi ini terlalu jelek untuk ku ungkapkan, tetapi do'i menyukainya, 'kejutan yang menyenangkan' itulah kata yang terucap darinya, sungguh akku tak menyangka, betapa senangnya hatiku di malam itu. Terimakasih ayankku, kaulah bidadari geminiku. I love you full.